Sumbangan / Donate

Donate (Libery Reserve)


U5041526
Tampilkan postingan dengan label Tentang Anjing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Anjing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Oktober 2010

Jenis Anjing Lainnya

Anjing adalah mamalia karnivora yang telah mengalami domestikasi dari serigala sejak 15.000 tahun yang lalu atau mungkin sudah sejak 100.000 tahun yang lalu berdasarkan bukti genetik berupa penemuan fosil dan tes DNA.Penelitian lain mengungkap sejarah domestikasi anjing yang belum begitu lama. Anjing telah berkembang menjadi ratusan ras dengan berbagai macam variasi, mulai dari anjing tinggi badan beberapa puluh cm seperti Chihuahua hingga Irish Wolfhound yang tingginya lebih dari satu meter. Berikut beberapa jenis anjing yang mungkin pernah kita lihat disekitar kita


JENIS ANJING




ANJING GEMBALA SHETLAND (Shetland Sheepdog) atau Sheltie adalah jenis anjing ras asal Skotlandia. Tubuh berukuran sedang sehingga sesuai dipekerjakan sebagai anjing gembala di padang rumput Kepulauan Shetland, Skotlandia. Anjing Sheltie dikenal cerdas dan mudah beradaptasi dengan anggota keluarga yang lain. Anjing jenis ini cocok diajak tinggal di apartemen maupun rumah di pedesaan. Bulu terdiri dari dua lapis, lapisan bagian atas kasar dan panjang, sedangkan lapisan bagian bawah pendek dan halus. Bulu panjang dan lebat dalam berbagai warna dan corak. Anjing Sheltie suka menyalak bila melihat orang asing.



BOXER ialah salah satu ras murni anjing. Dalam klasifikasi anjing ras, Boxer termasuk kelompok anjing pelacak. Mereka kuat dan sanggup berlari di ruang terbuka dalam rentang waktu yang panjang. Anjing ini disebut demikian karena ia menggunakan kaki depannya untuk memukul bila sedang berkelahi.


BASENJI adalah anjing ras pemburu asal Afrika tengah. Salah satu dari 14 anjing paling "primitif" di dunia. Di Amerika Utara, Basenji dianggap sebagai anjing ras sighthound yang mengejar dan menyerang segala mangsa secara diam-diam. Walaupun bisa menggeram, Basenji tidak menggonggong atau menyalak, namun bisa meniru suara menyalak bila dibesarkan bersama anjing jenis lain yang menyalak.Ciri Khas Basenji berbentuk kecil, terlihat anggun, anjing berambut pendek dengan telinganya yang tegak, disertai ekor yang berkerut dengan tegang, dan sebuah leher yang lembut. Beberapa orang menyamakan kenampakan Basenji sama seperti miniatur seekor rusa kecil. Dahi Basenji berkeriput, khususnya ketika hewan tersebut masih muda. Mata Basenji ciri-cirinya berbentuk almond, yang membuat anjingnya terlihat juling.




SALUKI atau Greyhound Persia kemungkinan adalah jenis anjing piaraan yang paling awal di dunia. Saluki dikategorikan sebagai jenis anjing ras murni, kemungkinan dibiakkan manusia sejak 7000 tahun yang lalu. Temuan terbaru tentang asal mula Saluki adalah sebuah ukiran kuno yang ditemukan di Tepe Gawra, yang kini adalah Irak. Saluki dikenal luas karena kecantikan, kecepatan dan ketahanannya. Sejarahnya Saluki mengembara bersama bangsa nomadik melintasi wilayah Timur Tengah, dari gurun Sahara ke Laut Kaspia. Hasilnya terdapat berbagai jenis sub-tipe Saluki, dari variasi warna dan kulitnya pada sepanjang daerah-daerah tersebut.





SHARPEI adalah jenis anjing yang hampir seluruh tekstur tubuhnya berbentuk keriput. Nama Sharpei sendiri berasal dari Tiongkok, yang menyebutnya Sha Pi (Hanzi: 沙皮) yang berarti "Kulit Pasir". Ketika masih bayi, Sharpei memiliki banyak sekali keriput. Tetapi menginjak usia dewasa, keriput mulai berkurang dan menjadi satu dengan kulitnya. Jenis ini tidak diakui oleh American Kennel Club sampai tahun 1991.Penampilan Walaupun ada berbagai jenis warna Sharpei, tetapi ras ini memiliki karakteristik yang sama dengan Chow Chow, yaitu lidah yang biru kehitaman. Pada bayi Sharpei, hampir seluruh tubuh termasuk kepala dan leher ditutupi lembaran kulit yang keriput. Pada Sharpei dewasa, keriputnya bersatu dengan kulit, sehingga keriputnya tinggal tersisa pada kepala dan leher. Cara memelihara yang salah dapat mengakibatkan Sharpei dewasa masih memiliki keriput yang meliputi seluruh tubuh. Dengan telinga yang kecil, bermoncong seperti kuda nil dan buntut yang tegak, Sharpei memang sangat unik.



SHIBA INU (Anjing Shiba) adalah anjing asli Jepang yang sudah ada sejak zaman kuno. Shiba Inu merupakan anjing ras paling populer di Jepang. Tipe anjing berukuran sedang, tinggi badan jantan sekitar 38 cm hingga 41 cm, sedangkan tinggi badan betina sekitar 35 cm hingga 38 cm.Shiba Inu merupakan salah satu dari 7 jenis anjing ras unggulan (sekarang hanya tinggal 6 jenis) yang ditunjuk sebagai pusaka nasional Jepang (tennen kinen butsu) sejak 16 Desember 1936. Di antara 6 jenis anjing ras unggulan, Shiba Inu merupakan satu-satunya tipe anjing berukuran badan sedang sehingga populer sebagai anjing peliharaan. Menurut data mutakhir Perkumpulan Pelestari Anjing Jepang, dari total 6 jenCiri-ciri umum Shiba Inu memiliki bulu berwarna cokelat kemerah-merahan, walaupun ada juga Shiba Inu dengan bulu berwarna hitam, dengan lapisan bulu sebelah dalam berwarna coklat muda hingga abu-abu. Bulu pendek terdiri dari dua lapis, lapis atas yang kasar dan lapis dalam yang tebal dan halus. Lapis dalam rontok dan digantikan bulu baru sebanyak dua hingga tiga kali setahun. Kuping berdiri dan ekor melengkung.is anjing ras Jepang yang dipelihara sekitar 80% adalah Shiba Inu.




SPITZ Melalui penangkaran selektif, anjing jenis spitz telah mengalami evolusi agar dapat membantu manusia dalam berburu, menggembala ternak, dan menarik kereta salju. Anjing jenis spitz yang besar dan kuat seperti Anjing Beruang Karelia dan Elkhound Norwegia digunakan untuk berburu rusa besar dan rusa merah. Anjing spitz tipe kecil seperti Spitz Finlandia dan Lundehund Norwegia dipakai di Skandinavia untuk berburu burung dan mamalia kecil. Anjing Eskimo Kanada dan Anjing Greenland adalah jenis spitz yang paling besar. Hingga di abad ke-19, kedua anjing ras tersebut dipakai untuk menarik kereta salju, tapi perannya digantikan Siberian Husky yang lebih kecil. Jenis spitz yang lain, Lapphund Finlandia (Suomenlapinkoira) digunakan untuk menggembala rusa kutub oleh suku Sami. Bulu yang tebal dan empuk, ekor yang melengkung, moncong yang lancip, dan daun telinga yang kecil menjadikan anjing spitz disenangi orang. Penampilannya yang cantik membuat orang menangkarnya untuk dijadikan anjing peliharaan, atau anjing mainan. Anjing Pomeranian yang kecil mungil adalah salah contoh anjing mainan yang berasal dari anjing ukuran besar sebesar Keeshond. Walaupun demikian, anjing spitz sering masih memiliki ciri khas serigala, seperti kemandirian yang berlebihan, cepat curiga, dan agresif terhadap manusia yang tidak dikenal atau binatang lain. Beberapa jenis anjing spitz seperti Anjing Beruang Karelia hampir tidak mungkin dilatih sebagai anjing peliharaan.



ANJING ST. BERNARD adalah tipe anjing yang awalnya ditujukan untuk anjing pekerja dan untuk pertolongan. Jantannya dapat tumbuh sampai seberat 68 sampai dengan 90 kg. St. Bernard dikenal karena kesetiaannya, ketajamannya dan toleran terhadap anak-anak dan hewan lainnya, sehingga anjing St. Bernard sering dijadikan sebagai anjing keluarga. St. Bernard juga merupakan anjing penjaga yang baik karena ukurannya yang besar. Leluhur St. Bernard adalah anjing penggembala dari Swiss. St. Bernard yang paling terkenal adalah Barry yang dilaporkan telah menyelamatkan sekitar 40 manusia. Sebuah monumen dibuat untuk Barry di Cimetière des Chiens. Tubuhnya diawetkan dan ditempatkan di museum sejarah di Bern..
(sumber : wikipedia/ photos : istimewa)

FAKTA TENTANG ANJING !!!!
  • Anjing sudah dipelihara sejak dari 10,000 tahun yang lalu.
  • Ada lebih dari 200 ras anjing yang berbeda.
  • Canis Familiaris adalah nama latin untuk anjing
  • Anjing terbesar di antara semua ras, dalam hal berat badan adalah Irish Wolfhound.
  • Hampir semua ras anjing, kecuali 2 jenis, memiliki lidah yang berwarna pink.
  • Dua jenis yang merupakan pengecualian adalah Chow Chow dan Shar-pei, keduanya dengan lidah yang berwarna hitam.
  • Anjing trah Basenji adalah satu-satunya anjing yang tidak menggonggong/menyalak di dunia.
  • Anak-anak Dalmatian adalah terlahir murni putih polos, spot-spot berwarna hitam muncul dan berkembang seiring dengan mereka dewasa.
  • Keluarga kerajaan China kuno mencintai anjing Pekingese, mereka membawa-bawa anjing itu dengan menyelipkannya di dalam jubah kerajaan (di depan dada mereka).
  • Potongan rambut anjing Poodle awalnya dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan berenang anjing itu sebagai Retriever (http://en.wikipedia.org/wiki/Retriever), dengan pom-pom (gumpalan bulu) pada tempat-tempat tertentu untuk menghangatkan persendian mereka.
  • Greyhound tidak dapat diragukan kecepatannya. Bahkan mereka bisa mencapai kecepatan 45 mil/jam (sekitar 72 km/jam) dalam waktu singkat.
  • Apakah kamu pernah melihat seekor anjing melingkar dengan ekornya menutupi hidungnya? Mereka melakukan itu untuk menjaga hidungnya tetap hangat saat cuaca dingin.
  • Banyak mata anjing merefleksikan warna hijau di dalam gelap, tetapi sebagian juga merefleksikan warna orange atau merah.
  • Laika, seekor anjing, adalah astronot luar angkasa pertama di dunia. Dia (betina) dikirim ke luar angkasa di dalam satelit bumi buatan di tahun 1957 oleh pemerintah Rusia.
  • Korban-korban peristiwa Titanic yang bertahan hidup termasuk 2 ekor anjing: seekor Pekingese milik Henry Sleeper Harper dan seekor Pomeranian milik Miss Margaret Hays.
  • Jenis anjing tertua yang diketahui adalah Saluki, yang dalam bahasa Arab berarti yang mulia. Anjing-anjing ini dibiakan sebagai anjing berburu oleh orang-orang Mesir kuno.
  • Jenis anjing tertua yang merupakan asli Amerika Utara adalah Chihuahua.
  • Pernyataan bahwa satu tahun penuh dalam hidup anjing sama dengan 7 tahun dalam hidup manusia, tidak sepenuhnya benar.
  • Sebuah perhitungan yang lebih akurat adalah sebagai berikut : dalam satu tahun, seekor anjing sama dengan 16 tahun manusia; dalam 2 tahun anjing sama 24 tahun manusia; dalam 3 tahun anjing 30 tahun manusia; dan untuk setiap tahun berikutnya setelah itu, tambahkan 4 tahun manusia.
  • Setiap menit, anjing menghirup 10-30 nafas.
  • Mamalia yang memiliki kelenjar prostat hanya ada 2, yaitu manusia dan anjing.
  • Ada 42 gigi di mulut anjing.
  • Anjing trah Whippet bisa mencapai kecepatan maksimum 35mil/jam (sekitar 56 km/jam).
  • Anjing Taco Bell (maskot dan figur iklan Taco Bell yang diperkenalkan pada tahun 1997) sebenarnya adalah betina, dan nama aslinya adalah Gidget.
  • Salah satu dari binatang-binatang pertama yang dipelihara oleh manusia adalah anjing.
  • Anjing tertua yang pernah hidup berumur 29 tahun.
  • Kata “spring” (Per berbentuk spiral/keong) dalam Springer Spaniel mengacu pada kemampuan anjing ini untuk melejit atau permainan startle (bergerak atau melompat tiba-tiba).
  • Dalam bahasa Flemish, Schipperke diterjemahkan sebagai “Kapten Kecil” / “Kapten Cilik”.
  • Anjing Lhasa Apso digunakan sejak dulu oleh para biksu untuk menjaga kuil-kuil.
  • Anjing Dobermann diciptakan tahun 1860 oleh Louis Dobermann, seorang penagih pajak Jerman, yang mencipatkan anjing itu untuk melindungi dia saat bekerja.
  • Sebagian besar orang berpikir bahwa anjing berkeringat dengan mengeluarkan air liur, tetapi sebenarnya mereka berkeringat melalui bantalan telapak kakinya.
  • Nama Pug dipercaya diambil dari kemiripan anjing ini dengan monyet pug.
  • Berlawanan dengan kepercayaan yang populer, anjing-anjing tidak buta warna tetapi bisa melihat warna. Tetapi skema warna mereka tidak secerah skema warna manusia dan bisa disamakan dengan penglihatan kita pada saat tengah malam.
  • Anda mungkin mengira bahwa seekor Great Dane bisa memakan banyak makanan. Faktanya, mereka bisa memakan sampai dengan 8,5 pon (sekitar 3.856 kilogram) sehari.
  • Kucing bisa melihat jauh lebih baik dari anjing. Faktanya, anjing membedakan objek dari pergerakan, kemudian dari kecerahan, dan terakhir dari bentuk.
  • Diantara anjing-anjing yang terdaftar secara resmi dengan klub kennel di Amerika, jenis Labrador Retriever adalah jenis yang paling populer diikuti oleh Rottweiler dan Gembala Jerman.
  • Semua anjing tanpa membedakan ras adalah keturunan langsung dari serigala dan secara teknis merupakan species yang sama.
  • Kumis anjing, yang ditemukan di moncong, di atas mata dan di bawah rahang secara teknis dikenal sebagai vibrissae. Mereka adalah rambut yang sensitif terhadap sentuhan yang secara aktual dapat merasakan perubahan kecil aliran udara.
  • Anjing-anjing mampu mengetahui letak sumber suara dalam 6/100 detik dengan menggunakan telinga mereka yang seperti piringan radar.
  • Anjing memiliki indera penciuman yang merupakan salah satu yang paling tajam di alam. Manusia mungkin mencium sepanci rebusan yang dimasak di atas kompor, tetapi seekor anjing bisa membedakan bau dari setiap bahan-bahan, mulai dari daging itu sendiri sampai dengan kentang.

Golden Retriever

Golden Retriever adalah anjing trah yang mulanya dibiakkan sebagai anjing pemburu untuk mengambil burung hasil buruan yang sudah ditembak.[1] Anjing trah ini termasuk jenis Retriever (pengambil) yang menemukan atau mengambilkan burung air atau unggas liar untuk pemburu. Bulu mereka keemasan (golden) di bawah sinar matahari sehingga disebut Golden Retriever. Mereka dibiakkan sebagai anjing yang secara intuisi menyenangi air. Sewaktu mengambil hewan buruan, mereka tidak menggigit secara kasar. Burung hasil buruan diberikan kepada pemburu dalam keadaan utuh dan tidak rusak.[2] Kecerdasan dan kepandaian yang beraneka ragam menjadikan Golden Retriever sebagai anjing multiguna. Di antaranya, mereka dipekerjakan sebagai anjing pelacak narkoba, anjing penyelamat (Search and Rescue), anjing pemburu, dan anjing penuntun.[3] Sifatnya yang bersahabat, sabar, dan selalu ingin menyenangkan hati pemiliknya, menjadikan Golden Retriever sebagai salah satu anjing keluarga yang paling populer di dunia (menurut statistik pendaftaran anjing).[4]

Penampilan

Anak Golden Retriever usia 10 minggu

Standar Britania

Sejumlah variasi penampilan lazim ditemui pada Golden Retriever standar/tipe Britania di Eropa dan Australia,[5] dan Golden Retriever keturunan Amerika. Perbedaan tersebut juga tercermin dalam standar trah untuk Golden Retriever. Standar Britania bertulang lebih besar, tubuh lebih pendek, kepala yang lebih persegi, dan moncong yang umumnya sedikit agar besar. Tinggi jantan diukur sampai ke ujung atas tulang bahu harus antara 56 cm dan 61 cm, sementara betina sedikit lebih pendek, antara 51 dan 56 cm. Walaupun demikian, standar Britania tidak mencantumkan soal berat. Dibandingkan keturunan Inggris, pada Golden Retriver keturunan Amerika, kedua mata terpisah agak jauh, dan bisa agak sipit dan segitiga. Golden Retriever asal pembiakan di Inggris bisa berwarna emas (oranye) atau krem dalam berbagai nuansa warna, asalkan bukan merah atau mahoni. Pada awalnya, Golden Retriever warna krem tidak bisa diakui menurut standar Britania. Standar direvisi pada tahun 1936 untuk mengakui warna krem. Tidak diakuinya warna krem merupakan kesalahan. Retriever warna "kuning" dari abad ke-19, warnanya bahkan lebih muda dari standar yang ada sekarang. Seperti halnya di Amerika Serikat, Golden Retriever warna putih tidak bisa disertakan dalam kontes anjing.[6] Standar The Kennel Club Britania Raya dipakai di semua negara, kecuali di Amerika Serikat dan Kanada.

Standar Amerika

Dibandingkan tipe Britania, Golden Retriever tipe Amerika lebih pendek dan lebih kurus. Tinggi jantan diukur sampai ke ujung atas tulang bahu antara 58 cm dan 61 cm, sementara betina antara 55 cm dan 57 cm. Berat jantan antara 27,2 kg hingga 36,3 kg, sementara berat betina 24,94 kg hingga 36,28 kg.[7] Bulu Golden Retriever memiliki berbagai warna keemasan, tumbuh lebat dan berminyak sehingga antiair. Dibandingkan bulu di bagian lain, bulu jumbai berwarna lebih muda. Gaya berlarinya harus bebas, mulus, bertenaga, dan koordinasi keempat kaki harus baik.[8] Golden Retriever tipe Amerika diimpor dari Skotlandia pada akhir abad ke-19, hasil dari pemacakan Tweed Water Spaniel yang sekarang sudah punah dan Retriever berbulu merah berombak.[9]

Warna bulu

Golden Retrievers bisa sangat berbeda warna

Susunan bulu sangat rapat dan tahan air, bisa lurus atau agak berombak. Bulu biasanya rebah merapat ke badan. Standar American Kennel Club (AKC) menyatakan bahwa bulu "lebat, warna emas yang berkilau dalam berbagai nuansa", dan tidak mengakui bulu yang sangat terang atau sangat gelap. Oleh karena itu, "putih bersih" dan "merah" bukan warna yang diakui.[6] Standar The Kennel Club Inggris juga membolehkan bulu warna krem.[10] Juri kontes anjing bisa juga tidak mengikutsertakan Golden Retriever dengan hidung merah jambu, atau hidung kurang pigmen. Warna sejenis mahoni yang disebut "redheads" juga diakui, walaupun tidak diakui di kontes anjing.[10] Sejalan dengan bertambahnya umur, warna bulu bisa semakin tua atau terang, ditambah bulu jumbai sekitar moncong yang semakin memutih. Warna bulu anak Golden Retriever biasanya lebih terang dari anjing dewasa. Warna lebih gelap di ujung telinga menunjukkan warna bulu yang mungkin jadi semakin gelap ketika dewasa. Bulu Golden Retriever juga tidak boleh terlalu panjang, karena menyulitkan mereka sewaktu mengambil buruan

Minggu, 19 September 2010

Sebenarnya masih banyak jenis-jenis anjing lain nya, anda bisa lihat di sini (kaskus) atau di sini (wikipedia) . tetapi tidak ada penjelasan nya (setidak nya anda bisa melihat tampang anjing nya, hihi)

Hachiko

Hachikō (ハチ公?) (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.

Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公 Chūken Hachikō?). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.

Kisah hidup


Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya

Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.

Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.

Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.

Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran kō (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.

Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.


Opset tubuh Hachikō di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Tokyo

Tempat pemakaman Profesor Ueno dan Hachikō

Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.


Patung Hachikō di depan Stasiun Ōdate

Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).

Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.

Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.

Film Hachikō Monogatari karya sutradara Seijirō Kōyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachikō di kota kelahirannya, Ōdate. Monumen peringatan ulang tahun Hachikō ke-80 didirikan 12 Oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachikō di Ōdate. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog's Story[1] karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.

Terier Wales

Terier walijski pies 2009 pl.jpg

Terier Wales adalah salah satu anjing berukuran kecil yang berasal dari Wales, Inggris.[1] Anjing ini memiliki ciri-ciri fisik berupa bulu kasar berwarna hitam dan coklat, ekor tegak ke atas, telinga terlipat di atas tengkorak kepala, mata oval berukuran kecil, dan kepala berbentuk menyerupai persegi empat.[1] Terier Wales dapat memiliki tinggi badan 35,5-39 cm dan berat badan 9-9,5 kg.[2]Dalam sekali persalinan, anjing ini dapat melahirkan 3-6 ekor anak anjing.[1] Penyakit yang rentan menyerang ras anjing ini adalah gloukoma (peningkatan tekanan cairan bola mata), penyakit pada kelenjar tiroid, epilepsi, dan alergi kulit.[1] Anjing ini memiliki insting untuk berburu binatang kecil seperti kelinci dan hamster.[2]

Yorkshire














Yorkshire Sejenis anjing yang (secara informal dikenal sebagai Yorkie) adalah jenis anjing yang masuk dalam kategori anjing mainan(Toys). Sejenis anjing bulu panjang yang dikenal suka bermain. Dibedakan dalam bulu biru dan emas.Yorkie dapat sangat kecil, pada umumnya beratnya tidak lebih daripada 3.18 kg atau 7 pon. Berat dan tingginya secara spesifik tidak ditentukan. Mereka sangat ramah dan dapat menangani anak-anak dengan baik.

Siberian Husky

The Husky.JPG

Siberian Husky (bahasa Rusia: Сибирский хаски, Sibirskiy Haski) termasuk dalam jenis anjing ras berukuran medium dan berbulu tebal. Anjing ras ini tidak ganas, bahkan terlalu baik dan manja terhadap manusia. Ras ini sekilas mirip serigala, mungkin juga diperkirakan terjadi karena hasil persilangan alam.

Aslinya ras ini dikembangkan oleh masyarakat Chukchi di daerah Asia timur laut sebagai anjing penarik kereta untuk membawa beban. Tahun 1909, pertama kalinya sejumlah anjing ini dibawa ke Alaska untuk bertanding dalam pertandingan jarak jauh seluruh Alaska. Dan disanalah ketahanan tubuh dan kecepatan lari anjing dari Siberia ini mulai dikenal.

Pada musim dingin di Tahun 1925, ketika demam Diptheria melanda kota Nome, suatu daerah terpencil di Alaska, tim estafet anjing ini membawa serum penyelamat hidup manusia dari daerah Neana yang jaraknya cukup jauh. Usaha keras bersemangatkan kepahlawanan dari para pengendara dan anjingnya ini mendapatkan penghargaan nasional. Salah satu pengendara, Leonhard Seppala, membawa tim Siberian Huskynya, keturunan asli yang diimport dari Siberia, ke Amerika Serikat dalam perjalanan pertunjukan pribadinya. Ketika di Inggris, dia bertanding dalam pertandingan anjing penarik kereta dan sekali lagi membuktikan kekuatan dari Siberian Husky yang mengalahkan anjing-anjing lokal lainnya. Negara Inggris memberikan penghargaan pengakuan terhadap anjing ras ini pada Tahun 1930 dan Klub Siberian Husky didirikan di Amerika Tahun 1938.

Siberian Husky memiliki sifat yang menyenangkan. Dia sangat mesra. Watak yang lembut dan bersahabat ini mungkin terjadi sebagai warisan masa lalu, sejak masyarakat Chukchi memelihara anjing-anjing ini dalam penghargaan yang besar. Mereka merumahkan anjing-anjing ini dalam perlindungan keluarga dan mendorong anak-anak mereka untuk bermain bersamanya. Sekarang ini, sangat mempesona untuk mengamati bagaimana Siberian Husky dan anak-anak saling memiliki satu sama lain. Siberian Husky sangat waspada, gemar menyenangkan dan mudah menyesuaikan diri. Tingkat kecerdasannya telah dibuktikan, tetapi jiwa merdekanya setiap waktu menantang kecerdikan manusia. Kemampuan serba bisanya membuat dia menjadi teman yang serasi bagi manusia pada semua umur pada berbagai kesukaan.

Samoyed

Samoyed 600.jpg

Samoyed adalah salah satu dari 14 anjing ras termurni di dunia. Bulunya tebal, berwarna putih, dengan wajah khas yang mirip dengan serigala. Bentuk tubuhnya tegak sempurna, dengan ekor yang melengkung ke arah punggungnya. Mata dan mulutnya dibingkai oleh garis warna hitam, menegaskan ekspresi wajah yang selalu ramah. Begitu ramahnya, anjing ini memiliki julukan anjing tersenyum.

Nama Samoyed diambil dari nama bangsa yang hidup di Siberia, yang salah satu sukunya Nenet membiakkan anjing ini untuk membantu kehidupan sehari-hari mereka. Tempat tinggal mereka yang dingin di Siberia tidak menjadi masalah berkat bulu yang sangat tebal.

Samoyed memegang peran yang vital dalam keluarga suku Nenet. Selain menggembalakan rusa kutub dan menarik kereta salju, Samoyed juga diandalkan menjaga anak-anak mereka. Di saat malam hari, Samoyed dijadikan kasur hidup yang hangat di dalam kemah suku yang nomaden ini.

Ciri Khas

Samoyed berbulu putih, dengan sedikit warna krem di sekitar telinga atau wajah. Warna lebih gelap akan didiskualifikasi dan tidak akan diterima sebagai anjing Samoyed oleh Perkin. Bulu tebal ini, terdiri dari dua lapisan. Bulu halus di dalam berfungsi sebagai penghangat di kala dingin, dan bulu panjang di luar yang memiliki lapisan anti air berfungsi sebagai peneduh sekaligus mengusir kotoran serta kutu anjing. Telinga berbentuk segitiga dan selalu berdiri. Mata Samoyed berwarna gelap, bervariasi mulai dari coklat tua ke hitam, dibingkai oleh garis hitam yang tegas. Ekor melengkung ke belakang punggung, terutama pada saat waspada.

Ukuran

Berat jantan rata-rata 20-32.5 kg, berat betina rata-rata 17-25 kg

Karakter

Dijuluki anjing tersenyum bukan tanpa alasan. Sifat Samoyed yang ramah dan senang bermain membuatnya lebih cocok dijadikan anjing keluarga dibanding anjing penjaga. Naluri penggembalanya membuat Samoyed menjadi anjing terbaik untuk menemani anak-anak dan menjaga mereka.

Kecerdasan Samoyed membuat anjing ini sering dianggap keras kepala. Dia memiliki kehendak sendiri sehingga seringkali tidak menuruti perintah yang dianggapnya tidak masuk akal, dan bersikap seolah-olah tidak mengerti. Namun karakternya yang berkepribadian ini justru memuatnya lebih menarik. Latihan yang bervariasi dan tidak membosankan diperlukan untuk mendidik anjing ini.

Samoyed di Indonesia

Walaupun anjing dari daerah kutub, bukan berarti Samoyed tidak cocok hidup di Indonesia. Beberapa kennel trah Samoyed yang ada di Indonesia, berada di daerah berudara sejuk seperti di Bandung atau Bogor. Walau tidak sepopuler anjing Golden Retriever, namun Samoyed cukup banyak dipelihara, bahkan ada beberapa perkumpulan pemilik dan penggemar Samoyed.

Puli

Puli 600.jpg

Puli adalah ras anjing berukuran sedang yang berasal dari Hungaria dan dicirikan dengan bulu sangat lebat seperti "sapu".[1] Puli jantan memiliki tinggi 40-44 cm dan berat 13-15 kg, sedangkan Puli betina memiliki tinggi 37-41 cm dan berat 10-13 kg.[1] Warna bulu anjing ini bervariasi, mulai dari hitam, abu-abu, putih, dan hitam berkarat.[2] Ada dua jenis bulu Puli, yaitu keriting dan kusut/kasar.[2]

Sejarah

Nenek moyang anjing ini diduga berasal dari Asia Barat kemudian dibawa ke Eropa Timur.[1] Keberadaan ras anjing ini sempat terancam saat terjadi Perang Dunia II.[1] Puli dikenal sebagai anjing yang loyal dan membantu para penggembala Hungaria sejak dulu. Sebagian orang menduga bahwa anjing ini merupakan hasil persilangan dari Tibetan Terrier dan anjing penjaga dari Jerman serta Perancis.[3] Walaupun dulunya anjing ini dimanfaatkan sebagai anjing penggembala, namun sekarang lebih banyak dimanfaatkan sebagai anjing penjaga, serta untuk menemani manusia.[3]

Deskripsi

Beberapa ciri fisik dari Puli adalah ekor keriting terikat ke bagian belakang, mata berbentuk oval dan berwarna coklat tua, telinga berkuran sedang, serta bulu yang dapat mencapai permukaan tanah (pada Puli dewasa).[4] Umumnya bulu anjing ini berwarna hitam, abu-abu, dan putih.[3]

Puli adalah tipikal anjing keluarga yang aktif, ceria, dan loyal. Anjing ini memiliki intelegensi yang tinggi dan mudah dilatih.[5] Oleh karena itu, anjing ini juga merupakan anjing pertunjukkan yang baik dan salah satu ras anjing yang mudah dilatih. Walaupun tidak termasuk anjing yang agresif, Puli dapat menggonggong dengan keras apabila merasa majikannya dalam bahaya.[4] Puli tidak disarankan sebagai hewan peliharaan anak kecil yang dapat berbuat kasar terhadap anjing tersebut, kecuali bila anjing ini dirawat bersama anak kecil dari usia dini.[5]

[sunting] Perawatan

Anjing ini umumnya pandai berenang dan olahraga selama 30 menit per hari diperlukan untuk menjaga kesehatan anjing ini. Untuk merawat bulu Puli, tidak boleh digunakan sikat tetapi dapat dirapikan dengan tangan. Setelah memandikan Puli, bulu harus dikeringkan dengan pengering elektrik karena apabila hanya dibiarkan kering hanya dengan udara, diperlukan waktu hingga dua hari agar bulunya kering. Karena lamanya waktu pengeringan, Puli hanya dimandikan apabila diperlukan. Untuk perawatan lainnya, hal yang harus diperhatikan adalah menggunting kuku seminggu sekali dan memotong bulu di antara telapak kaki apabila sudah terlalu panjang.[5] Beberapa penyakit yang rentan menyerang Puli adalah katarak (terutama pada anjing tua), displasia panggul, atrofi retina progresif.[6] Masa hidup anjing ini diperkirakan berkisar antara 12 hingga 16 tahun.[3]

Galeri

Pug


Pug adalah anjing ras dengan wajah yang keriput dan tubuh berukuran sedang. Kata "pug" berasal dari bahasa Latin pugnus yang artinya kepalan tangan, seperti wajah pug yang kelihatan seperti kepalan tangan.

Asal usul

Pug dipelihara untuk menghibur kaisar-kaisar Tiongkok pada masa dinasti Shang (1776-1122 SM) di Tiongkok Timur, dengan dikenal dengan nama Lo-Chiang-Sze atau Foo. Kepopuleran pug menyebar sampai Tibet, terutama banyak dipelihara oleh para biksu, dan kemudian dibawa ke Jepang dan akhirnya Eropa.

Poodle




















Pudel adalah anjing dari kelompok non-sporting atau utility yang berasal dari Perancis. Ada beberapa jenis pudel, misalnya: pudel standar, miniatur dan mainan. Pudel-pudel yang terkenal adalah Georgette dari Oliver & Company, Cleo dari Clifford the Big Red Dog, Barbara Ann dari Good Boy! dan sebagainya. Pudel atau biasa dikenal sebagai Poodle, adalah anjing yag berbulu keriting. Anjing ini memiliki beberapa macam warna, seperti putih, coklat, dan hitam. Pudel biasa di pangkas rambutnya dan disisakan kakinya, atas kepalanya, Dekat lehernya dan juga bagian pinggangnya. Anjing pudel betina memiliki ekor yang pendek, sementara yang jantan memiliki ekor yang panjang.

Pekines

Bailey Pekingese.jpg Pekines atau Anjing Peking adalah ras anjing berukuran relatif kecil yang berasal dari Dinasti Tang, Cina pada abad ke-8.[1] Penelitian menggunakan DNA membuktikan bahwa anjing ini termasuk salah satu ras yang paling tua di dunia.[2] Anjing ini dihormati sebagai lambang penyebaran agama Buddha dari Tibet ke Cina pada tahun 700 SM.

Sejarah

Pekines sering disebut sebagai anjing singa dan merupakan simbol keagaaman yang dianggap suci pada masa dinasti Han, Tang, Sung, dan Ming.[2] Pada masa pemerintahan Dinasti Ming, popularitas pekines sempat menurun seiring dengan penurunan Buddhisme.[1] Walaupun begitu, anjing ini tetap menjadi hewan peliharaan para kasim dan perempuan. Ketika Dinasti Ming dikalahkan oleh Suku Manchu pada abad ke-17, Buddhisme kembali meningkat dan anjing singa ini kembali dijadikan lambang keagamaan.[1] Pada tahun 1860-an, Inggris menjarah istana kekaisaran Cina dan membawa beberapa anjing ini ke negaranya.[1]

Deskripsi

Ciri-ciri fisik yang dimiliki Pekines adalah kepala lebar dan rata, mata lebar, moncong pendek dan lebar, serta daun telinga yang tampak menjuntai ke bawah.[1] Anjing ini memiliki tinggi yang berkisar antara 30.4-45 cm, dan berat 3.6-4.5kg.[3] Bagian leher dan kaki Pekines berukuran pendek dan tebal.[3] Ekor terangkat tinggi dan melengkung ke belakang.[3] Bulu bagian luar cukup panjang dengan tekstur kasar, sementara bulu bagian dalam halus dan tebal. Warna bulu anjing ini sangat bervariasi, bahkan kadang-kadang berwarna hitam.[3] Warna bulu yang sering ditemukan pada Pekines adalah merah dan coklat kekuningan, sehingga mirip seperti singa.[1] Pekines yang memiliki tanda putih di tengah dahi sangat disukai karena dikatakan merupakan salah satu tanda superior Buddha.[1] Tanda lain pada bulu Pekines yang disukai adalah tanda bulu menyerupai ikat pinggang di tubuhnya yang mirip dengan ikat pinggang sebagian keluarga kerajaan.[1]

Anak anjing Pekines terkenal suka bermain, namun apabila dewasa, anjing ini lebih tenang dan menyukai jalan. Pekines adalah tipe anjing pendamping yang berhati-hati.[2] Untuk melatihnya, dibutuhkan konsistensi dan kesabaran karena anjing ini memiliki sifat keras kepala dan mandiri.[2] Anjing ini tidak selalu dapat berdampingan dengan anak kecil dan tidak menyukai permainan kasar. Sifat lain dari Pekines adalah biasanya tidak cocok dengan anjing lain, namun kadang-kadang dapat hidup bersama kucing.[2]

Informasi kesehatan

Masalah kesehatan yang rentan diderita anjing ini adalah sensitivitas terhadap bius (anestesi), kesulitan bernapas di udara panas dan lembab, serta masalah pada mata.[2] Selain itu, Pekines mudah terserang flu dan menderita trichaiasis (bulu mata tumbuh ke arah bola mata).[3] Pemberian makan yang terlalu banyak akan menyebabkan anjing ini mudah menderita kelebihan berat badan. Persalinan anjing ini juga sangat sulit dilakukan.[3] Usia rata-rata pekines berkisar antara 10-12 tahun.[2]